header-int

PBNU: Gafatar Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Bahayakan Islam dan NKRI

Kamis, 10 Agu 2017, 22:27:44 WIB - 424 View
Share
PBNU: Gafatar Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Bahayakan Islam dan NKRI

Lamongan - Ketum PBNU Said Aqil Siradj menyebut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) harus diwaspadai. Gerakan tersebut tidak boleh sampai membahayakan bagi umat Islam maupun NKRI. 

"Akan kita waspadai, jangan sampai menjadi organisasi membahayakan umat Islam dan NKRI," kata Said Aqil usai menghadiri peringatan Maulid Nabi dan Harlah NU di Lamongan, selasa (12/1).

Lebih lanjut, Said Aqil mengimbau seluruh warga NU untuk menjauhi gerakan yang ekstrem dan radikal. NU sendiri rutin memberikan pengarahan ke nahdliyin. 

"Ada Gafatar dan tidak ada Gafatar kita menasehati NU agar jangan ekstrem dan jangan radikal," tuturnya. 

Said menjelaskan bahwa di NU selalu ada pengarahan dalam berbagai bentuk kepada warganya. "Kita sudah ada khotbah anti teroris, ada lembaga dakwah," imbuhnya. 

Gafatar mulai ramai diperbincangkan setelah adanya kasus orang hilang, seorang dokter dan anaknya di Yogyakarta, yang akhirnya ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Kabarnya hilangnya dokter Rica serta beberapa kasus orang hilang di beberapa tempat seperti puluhan PNS di Kabupatan Purbalingga juga terrkait dengan organisasi Gafatar. Bahkan kabar yang terbaru, seorang mahasiswa semester V Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Erri Indra Kautsar (20) dinyatakan menghilang setelah mengikuti Gafatar.

Unidha Hacked by RadicalHaxor - Family Attack Cyber
© 2020 Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara
Jalan H. A. Manaf Lubis No.2, Helvetia, Medan | Telp: (061) 8006202
Follow Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara : Facebook Twitter Linked Youtube